Assalamu'alaikum... sahabat-sahabat mustofa, semangat pagi!!!! semangat dong.. jumpa lagi bersama admin ni sahabat, kali ini admin akan membahas mengenai "Tahun Baru Hijriah". sangat disayangkan sahabat, kalau banyak orang Islam tidak mengenal Tahun Hijriah secara pasti, apalagi menggunakannya sebagai ketentuan penanggalan aktifitas. Bahkan, yang lebih parah lagi hanya sekedar tahu pergantian Tahun baru Hijriah saja dikarenakan tanggal dikalender berwarna merah alias hari libur. Coretan admin ini akan memberikan beberapa pemahaman kepada para sahabat dan semuanya agar tahu sejarah tahunnya sendiri dan agar memiliki identitas jatidiri sebagai orang beragama. Sambil baca ini lebih mantab jika diiringai dengan secangkir kopi dan makanan ringan, oke kan bray... hahaha lanjut dech..
Tanggal 1 Muharam atau Dalam bahasa Jawa di kenal dengan 1 Suro ini banyak sekali Orang yang memaknai dengan Berbeda-beda.
Misalnya saja dari Contoh tentang Amalan-amalan yang Banyak di Kerjakan oleh sebagian umat Islam di antaranya adalah Do'a Akhir Tahun dan juga Puasa Awal Dan Akhir Tahun.
Satu hal yang Lucu dan Menggelikan adalah ketika Banyak teman-teman mengatakan Kalau 1 Suro Anak Perempuan tidak boleh keluar malam, karena pada saat itu Hatu sedang Banyak Berkeliaran. Nah kontan saja Hal ini membuat Anak-anak ataupun Gadis perempuan tidak ada yang berani Keluar pada Malam hari. Dan itu Terjadi Pada Malam ini. Nah Buat Kamu anak perempuan apakah berani Keluar malam Nanti malam,hehe
Sejarah Penentuan tahun Baru Hijriah
Perlu sahabat ketahui, bahwa sejarah digunakannya sistem perhitungan tahun Islam bermula sejak kejadian di masa Umar bin Al-Khattab r.a. Salah satu riwayat menyebutkan yaitu ketika khalifah mendapat surat balasan yang mengkritik bahwa suratnya terdahulu dikirim tanpa angka tahun. Beliau lalu bermusyawarah dengan para shahabat dan singkat kata, mereka pun berijma’ untuk menjadikan momentum tahun di mana terjadi peristiwa hijrah Nabi saw. sebagai awal mula perhitungan tahun dalam Islam.
Sedangkan sistem kalender qamariyah berdasarkan peredaran bulan konon sudah dikenal oleh bangsa Arab sejak lama. Demikian juga nama-nama bulannya serta jumlahnya yang 12 bulan dalam setahun. Bahkan mereka sudah menggunakan bulan Muharram sebagai bulan pertama dan Dzulhijjah sebagai bulan ke-12 sebelum masa kenabian.
Sehingga yang dijadikan titik acuan hanyalah tahun dimana terjadi peristiwa hijrah Nabi saw.. Bukan bulan dimana peristiwa hijrahnya terjadi. Sebab menurut riwayat, beliau dan Abu Bakar r.a. hijrah ke Madinah pada bulan Sya’ban, atau bulan Rabiul Awwal menurut pendapat yang lain, tapi yang pasti bukan di bulan Muharram. Namun bulan pertama dalam kalender Islam tetap bulan Muharram.
Alasan Mengapa Muharom dijadikan Bulan Pertama ?
Penting untuk dicatat sahabat, disini adalah pilihan para shahabat nabi menjadikan peristiwa hijrah nabi sebagai titik tolak awal perhitungan kalender Islam. Mengapa bukan berdasarkan tahun kelahiran Nabi saw.? Mengapa bukan berdasarkan tahun beliau diangkat menjadi Nabi? Mengapa bukan berdasarkan tahun Al-Qur’an turun pertama kali? Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya perang Badar? Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya pembebasan kota Mekkah? Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya haji Wada’ (perpisahan) dan mengapa bukan berdasarkan tahun meninggalnya Rasulullah saw.? sahabat tahu?? nih Admin kasih tau..
Jawabannya adalah karena peristiwa hijrah itu menjadi momentum di mana umat Islam secara resmi menjadi sebuah badan hukum yang berdaulat, diakui keberadaannya secara hukum international. Sejak peristiwa hijrah itulah umat Islam punya sistem undang-undang formal, punya pemerintahan resmi dan punya jati diri sebagai sebuah negara yang berdaulat. Sejak itu hukum Islam tegak dan legitimate, bukan aturan liar tanpa dasar hukum. Dan sejak itulah hukum qishash dan hudud seperti memotong tangan pencuri, merajam/mencambuk pezina, menyalib pembuat huru-hara dan sebagainya mulai berlaku. Dan sejak itulah umat Islam bisa duduk sejajar dengan negara/kerajaan lain dalam percaturan dunia international.
Kondisi itu terus berlangsung hingga umat Islam melewati masa-masa yang panjang setelah wafatnya beliau, masa khualfaur-rasyidin, masa khilafah Bani Umayyah, Bani Abbasiyah dan masa khilafah Bani Utsmani. Wilayahnya membentang dari Maroko hingga Marauke di mana separuh bulatan muka bumi menjadi sebuah negeri yang satu, daulah Islamiyah. Hingga kemudian semua itu berakhir pada abad 20 Masehi (abad 14 hijriyah) dengan ditumbangkannya khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924 oleh Musthapa Kemal Ataturk. Seorang pemimpin boneka yang bekerja di bawah perintah zionis Yahudidan konspirasi jahat international. Seiring dengan tumbangnya khilafah Islamiyah terakir, umat Islam yang berjumlah 1,5 milyar di muka bumi ini tidak lagi punya satu pemimpin, tidak punya badan hukum dan tidak punya khilafah. Semua hidup di bawah tekanan pemerintahan boneka masing-masing yang kecil, lemah, miskin, tertekan dan tertindas di bawah hegemoni mantan penjajahnya. Bersamaan dengan itu, isi perut bumi mereka serta kekayaan alam lainnya dikuras habis oleh para musuhnya tanpa setitik pun perlawanan yang berarti. Hukum dan undang-undang yang berlaku tidak lain adalah produk sampah para penjajah. Kurikulum pendidikannya telah melahirkan anak-anak generasi yang mising link serta jauh dari atmosfir Islam.
Semua ini adalah tantangan berat yang harus dilalui oleh kita yang hidup di masa sekarang ini. Dan sejak meninggalkan tahun 1400 hijryah, sudah dicanangkan oleh Rabithah Alam Islami bahwa abad ke-15 hijriyah adalah abad kebangkitan Islam. Masuk tahun baru ini, kita sudah melewati kuartal pertama dari abad 15 hijriyah. Sudahkah tanda-tanda kebangkitan itu nampak? Kita bisa menilainya masing-masing.
Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun
Doa Akhir dan Awal Tahun ini tidak ada dalam hadist manapun, Jadi mohon tidak perlu diperdebatkan. Karena doa itu boleh saja meski tidak dicontohkan oleh Nabi. Adapun doa awal tahun dan akhir tahun di bawah ini di ambil dari kitab Maslak al Akhyar susunan Habib Utsman bin Aqil bin Yahya .
DOA AKHIR TAHUN
(Doa Akhir Tahun ini dibaca antara setelah shalat Ashar sampai sebelum Maghrib di hari terakhir di bulan Dzulhijjah).
DOA AWAL TAHUN (dibaca ba’da maghrib di awal tahun, 3 kali)
Bacalah doa ini tiga kali saat kita memasuki tanggal 1 Muharam. Bisa dilakukan selepas maghrib atau pun sesudahnya. Dengan doa ini kita sebagai Mu’min memohon kepada Allah Swt. agar dalam memasuki tahun baru ini kita dapat meningkatkan amal kebajikan dan ketaqwaan.
Sebaiknya kedua doa ini dibaca bersama-sama di rumah, di masjid, di mushalla, atau di mana saja tempat-tempat yang baik. Seandainya tidak memungkinkan dibaca bersama-sama, tidak ada halangan untuk membacanya seorang diri. Barangsiapa membaca doa akhir tahun ini maka syaitan akan berkata “Hampalah kami disepanjang tahun ini
Ini sahabat admin lampirkan lafad do'anya untuk sahabat-sahabat semua - ( setiap do'a dibaca sebanyak 3x) sesuai anjuran diatas saat waktu pembacaan doannya.
Sekian dari admin sahabat2 semua... masih semangat..!!! SEMANGAT DONK.. haha sampai jumpa lagi di coretan admin yang berikutnya..
Wassalammualaikum.. . . .



Post a Comment